Visi
:
AQUA telah menjadi bagian dari keluarga
sehat Indonesia lebih selama lebih dari 30 tahun. Sebagai pelopor air minum
dalam kemasan sejak didirikan tahun 1973, kini AQUA menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari hidup sehat masyarakat Indonesia. Dulu dan kini, AQUA tetap
dan selalu menjadi yang terbesar dan terdepan di Indonesia. Volume penjualan
AQUA merupakan volume penjualan terbesar di dunia untuk kategori air mineral.
Misi
:
AQUA selalu ingin melakukan program
untuk menyehatkan konsumen Indonesia, diantaranya program AKSI (AQUA untuk
Keluarga Sehat Indonesia) dan AuAI (AQUA untuk Anak Indonesia).
Strategi
Pemasaran dengan Marketing Mix
Marketing
mix merupakan suatu alat marketing yang digunakan perusahaan untuk mencapai
tujuan marketing dalam pasar target. Mizone sebagai pendatang baru minuman
isotonik menunjukkan eksistensinya dengan mengoptimalkan unsur 4 P marketing
mix (Produk, Harga, Distribusi, Promosi) yang kompetitif . Launching produk
pada saat yang tepat, variasi rasa yang disukai konsumen, harga yang terjangkau
semua kalangan, ketersediaannya yang merata hampir di seluruh pelosok, serta
strategi promosi yang edukatif dan kreatif mampu mereduksi pangsa pasar market
leader minuman isotonik (Pocari Sweat) sebesar 30% dan menempati urutan kedua
market share kategori minuman isotonik.
Strategi
Marketig Mix PT Danone Aqua terhadap Mizone
1)
Produk (product)
Mizone
yang diproduksi oleh Danone Aqua merupakan kategori minuman isotonik
bernutrisi. Diluncurkan pertama kali pada 27 September 2005 di Surabaya dengan
rasa orange lime yang menyegarkan, rasa passion fruit yang memanjakan selera,
dan pada Juni 2008 meluncurkan varian baru dengan rasa lychee lemon yang
sensasional. Mengandung Hydromaxx yaitu : Vitamin B1, B3, B6, dan B12 untuk
membantu metabolisme karbohidrat menjadi energi, Vitamin C, sebagai antioksidan
untuk menjaga kahidupan sel dalam tubuh, dan elektrolit untuk menggantikan
mineral yang hilang akibat pengeluaran keringat. Bahan dasar Mizone menggunakan
air mineral Aqua dan sari buah alami melalui proses kristalisasi. Mizone
sendiri merupakan produk yang sudah terkenal di Australia, New Zealand, dan
Cina.
Pada
November 2006 Mizone dilanda krisis karena tidak menantumkan salah satu bahan
pengawet (natrium benzoat) dalam kemasannya. BPOM memberikan tenggat waktu
hingga Desember 2006 agar Mizone menarik produknya dari pasaran dan memperbaiki
label pada kemasan. Pada saat itu, Mizone sudah beredar di 30 depo, 50
distributor dan 1 juta outlet di seluruh Indonesia. Penjualan turun drastis
sedikitnya Rp 35 miliar perhari. Untuk mengembalikan kepercayaan konsumen,
Mizone melakukan edukasi kepada konsumen melalui promosi baik below the line
maupun above the line.
2).
Harga (Price)
Dari
segi harga, Mizone sangat kompetitif sekitar Rp 2.500 untuk isi 500 mL, jika
dibandingkan dengan isotonik dalam kemasan kaleng yang yang harganya sekitar Rp
3.300 untuk isi 330 ml .
3).
Distribusi (Place)
Distribusi
Mizone berorientasi nasional menggunakan jalur distribusi Aqua yang sangat
luas, kuat di pasar tradisional (mudah dijumpai di warung dan toko-toko yang
menjual produk Aqua). Sampai ada suatu istilah di kalangan distributor “di mana
ada Aqua, disitu ada Mizone”.
4).
Promosi (Promotion)
Target
pasar Mizone adalah semua kalangan umur, namun dalam kampanyenya lebih
ditujukan kepada kalangan usia 18-35 tahun dengan aktivtas yang dinamis. Mizone
melakukan kampanye besar-besaran lewat placement iklan di televisi (TV), radio,
media cetak, dan media luar ruang. Belanja iklan Mizone sepanjang 2006 paling
besar dibandingkan kompetitornya, yaitu sebesar 46,1 milyar. Pada Agustus 2006,
Mizone mengadakan sampling road show di beberapa kota besar pada pusat
keramaian. Mizone memasuki sekolah dengan membuat iklan dan pembuatan logo
Mizone pada lapangan olahraga (lapangan basket) serta di white board SMA
ternama di beberapa kota besar.
0 komentar:
Posting Komentar