Sabtu, Oktober 03, 2015

Makalah Tentang Pengembangan sistem teknologi informasi metode SDLC

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefiniskan sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Kedua kelompok definisi tersebut adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas.
Sistem informasi adalah suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer, program aplikasi dan jaringan) dan manusia untuk menghasilkan informasi. Jadi sistem informasi bukan hanya aplikasi perangkat lunak. Sistem Informasi ada pada hampir setiap perusahaan atau instansi untuk mendukung kegiatan bisnis mereka sehari-hari. Biasanya porsi pengerjaan pengembangan sistem informasi diserahkan kepada orang-orang yang bekerja di bidang teknologi informasi.
Perancangan sistem informasi merupakan pemgembangan sistem baru dari sistem lama yang ada, di mana masalah-masalah terjadi pada sistem lama diharapkan sudah teratasi pada sistem yang baru.
B.        Rumusan Masalah
                      Adapun rumusan masalah dalam makalah ini, diantaranya:
1.     Bagaimana siklus hidup pengembangan sistem?
2.      Apa yang dimaksud Metodologi Pengembangan Sistem Terstruktur?
3.      Bagaimana Pemilihan Metode Pengembangan Sistem Informasi?
4.      Apakah Perbandingan dengan Metode Konvensional?
5.      Apakah yang dimaksud Paket & Outsourcing?
6.      Apakah yang dimaksud End-User Development?

7.      Apakah yang dimaksud Prototyping?

C.        Tujuan Penulisan
1.     Untuk memahami bagaimana siklus hidup pengembangan system.
2.      Untuk memahami pengertian Metodologi Pengembangan Sistem Terstruktur
3.      Untuk mengetahui cara pemilihan metode pengembangan informasi
4.      Untuk mengetahui perbandingan dengan metode konvensional
5.      Untuk memahami pengertian Paket & Outsourcing
6.      Untuk memahami pengertian End-User Development
7.      Untuk memahami pengertian prototyping



















BAB II
PEMBAHASAN
A.        Siklus Hidup Pengembangan System
Siklus Hidup Pengembangan Sistem) atau Systems Life Cycle (Siklus Hidup Sistem), dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi. SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: rencana(planning),analisis (analysis), desain (design), implementasi (implementation), uji coba (testing) dan pengelolaan (maintenance). Dalam rekayasa perangkat lunak angsyat Ä, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak. Terdapat 3 jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak digunakan, yakni: siklus hidup sistem tradisional(traditional system life cycle), siklus hidup menggunakan prototyping (life cycle using prototyping), dan siklus hidup sistem orientasi objek (object-orientedsystemlife            cycle).
Adapun kegunaan utama dari SDLC adalah mengakomodasi beberapa kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan itu biasanya berasal dari kebutuhan pengguna akhir dan juga pengadaan perbaikan sejumlah masalah yang terkait dengan pengembangan perangkat lunak. Kesemua itu dirangkum pada proses SDLC yang dapat berupa penambahan fitur baru baik itu secara modular maupun dengan proses instalasi baru. Dari proses SDLC juga berapa lama umur sebuah perangkat lunak dapat diperkirakan untuk dipergunakan yang dapat diukur atau disesuaikan dengan kebijakan dukungan dari pengembang perangkat lunak terkait.
       
B.        Metodologi Pengembangan Sistem Terstruktur
Metode SDLC hanya memberikan tahapan-tahapan (apa yang harus dilakukan) dalam mengembangkan sistem tetapi tidak memberikan cara (bagaimana mengembangkannya) dan alat (apa yang harus digunakan) untuk mengembangkannya. Metodologi pendekatan terstruktur memberikan cara top down dan cara dekomposisi dan beberapa alat pengembangan sistem, yaitu: 
1.      Cara atas turun (top down)
Dimulai dari atas yaitu kebutuhan informasi pemakai dan turun sampai ke data untuk memenuhi kebutuhan ini.
2.      Cara Dekomposisi/ cara moduler
Memecah sistem yang rumit menjadi beberapa bagian sistem yang disebut dengan modul-modul yang lebih sederhana.
Beberapa alat (tools) yang diperlukan : bagan alir sistem (system flow chart), diagram arus data (data flow diagram), kamus data (data dictionary), Bagan alir program (program flow chart), bagan terstruktur (structured chart), tabel keputusan (decision table).
  • Alat-Alat Komunikasi Di Tahap Analisis
Analisis system perlu berkomunikasi dengan pemakai system. Komunikasi ini banyak terjadi dip roses analisis pada tahap pengembangan system. Analisis system perlu menyampaikan hasil analisisnya kepada pemakai system. Hasilnya adalah pemahaman tentang system yang lama dan kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh pemakai system. Alat-alat komunikasi yang digunakan di tahap ini adalah bagan alir system (system flow chart), diagram arus data (data flow diagram) dan kamus data (data dictionary).
Bagan Alir System Dan Bagan Alir Dokumen : Bagan alir system (flow chart) digunakan untuk menggambarkan proses dari system yang lama atau system baru yang diusulkan. Bagan alir system juga menunjukkan arus dari dokumen-dokumen yang ada di organisasi, sehingga disebut juga dengan nama bagan alir dokumen (document flow chart).  Gambar berikut ini menunjukkan suatu bagan alir system.
Diagram Arus Data : proses dari sistem yang lama dan yang baru dapat juga digambarkan dengan diagram arus data (DAD). Jika bagan alir dokumen lebih menunjukkan dokumen yang mengalir di dalam organisasi. Diagram Arus Data (DAD) atau Data Flow Diagram (DFD) lebih menunjukkan data yang mengalir dari satu entiti ke entiti yang lain. DAD mencoba untuk menggambarkan sistem pertama kali secara garis besar (disebut dengan top level) dan memecah-mecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dalam bentuk modul-modul yang lebih mudah dipahami dan lebih rinci, maka alat ini sangat tepat untuk pendekatan struktur yang juga menyarankan cara dekomposisi seperti ini.
  • Alat-alat Komunikasi di Tahap Perancangan
Di tahap perancangan, analis sistem banyak berkomunikasi dengan dengan teknisi sistem yaitu dengan pemrogram komputer, ahli basis data, ahli telekomunikasi dan lain sebagainya.
Dalam tahap ini. Analisis sistem masih memerlukan beberapa alat yang sama dengan yang dibutuhkan untuk untuk berkomunikasi dengan pemakai sistem. Alat-alat ini adalah diagram arus data dan kamus data. Alasan  analis sistem juga menggunakan alat-alat ini untuk berkomunikasi dengan teknisi sistem adalah teknisi sistem juga perlu memahami hasil analisis sebagai langkah awal membangun sistem secara fisik.
Alat-alat komunikasi lainnya seperti bagan alir program, bagan terstruktur, tabel keputusan, structured english dan pseudo code dibutuhkan oleh teknisi sistem untuk membangun sistem secara fisik, misalnya untuk membuat program komputer, membangun basis data dan lain sebagainya. Pertama yang umum dilakukan oleh seorang teknisi sistem adalah memahami logik dari alur program di bagan alir program, bagan terstruktur dan tabel keputusan. Setelah teknisi memahami logik dari akur program, teknisi sistem harus membuat kode-kode dari program.
Membuat kode-kode program akan sangat terbantu dengan melihat ke alur programyang sudah dituliskan dalam bentuk structured english dan pseudo code. Dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti ini, pekerjaan pembuatan program oleh teknisi sistem akan sangat terbantu.
1.      Bagan Alir Program
Bagan alir program selanjutnya dapat digunakan untuk menggambarkan proses dari program dari modul-modul yang ada di bagan terstruktur. Bagan Alir Program (Program Flowchart) adalah bagan alir yang menunjukkan logaritma dari proses program.
2.      Bagan Terstruktur
Untuk keperluan pembuatan program, proses di bagan alir program yang lebih rinci dengan menunjukkan variabel-variabel atau parameter-parameter yang akan digunakan di program dapat digambarkan dalam bentuk bagan terstruktur (structured chart). Bagan terstruktur digunakan untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan hubungan elemen data dan elemen kontrol antar modul-modul sistem secara berjenjang.
3.      Tabel Keputusan
Jika program mengandung banyak sekali penyeleksian kondisi yang harus dilakukan, penulisan langsung ke pseudo code akan sangat sulit dan mempunyai resiko kesalahan. Tabel keputusan dapat digunakan sebagai alat bantu menyelesaikan logika penyeleksian kondisi di dalam program.
4.      Pseudo Code
Pseudo berarti imitasi atau mirip, dan code berarti kode program. Sehingga pseudo code dapat diartikan sebagai kode yang mirip dengan instruksi kode program komputer. Pseudo berbasis pada statemen-statemen dari bahasa program yang akan digunakan oleh pemrogram. Peseudo code akan sangat bermanfaat bagi pemrogram karena mirip dengan kode-kode program yang digunakan oleh pemrogram. Variasi lain dari pseudo code adalah structured english. Perbedaannya adalah jika pseudo code berbasis pada statemen code program, structured english berbasis pada bahasa inggris.

C.        Pemilihan Metode Pengembangan Sistem Informasi
Beberapa factor menentukan pemilihan metode pengembangan system teknologi informasi. Factor-faktor tersebut antara lain:
               Ketersediaan paket,
               Sumber daya system teknologi informasi,
               Dampak dari system, dan
               Jadwal pemakaian system.
Prioritas pertama pemilihan metode pengembangan system teknologi informasi (STI) umumnya adalah jatuh pada paket. Ketersediaan paket perlu diperiksa. Banyak paket yang tersedia untuk aplikasi paket yang umum, misalnya aplikasi akuntansi, operasi-operasi pokok perbankan, dan lainnya. Untuk aplikasi yang khusus, misalnya DSS untuk permasalahan yang unik, biasanya tidak tersedia paketnya, sehingga harus dikembangkan sendiri.
Jika paket tidak tersedia, prioritas kedua biasanya jatuh pada outsourcing. Penentuan apakah akan dikerjakan dan dioperasikan oleh pihak ketiga (outsourcing) atau akan dikembangkan sendiri (insourcing) ditentukan oleh factor kemampuan sumber daya (resources) dari department system teknologi informasi. Jika departemen STI tidak mempunyai sumber daya yang baik, misalnya tidak mempunyai analis dan pemrogram yang berkualitas dan tidak mempunyai teknologi yang memadai, pilihan biasanya jatuh padaoutsorcing.
Metode berikutnya yang perlu dipertimbangkan setelah metode EUC adalah metode prototipyng. Pertimbangan metode ini adalah jadwal pemakaian STI yang harus segera tidak dapat menunggu terlalu lama lagi. Metode prototipyng banyak digunakan untuk mengembangkan STI yang harus segera dioperasikan jika tidak proses pengambilan keputusan akan menjadi terlambat.Jika jadwal pemakain system masih lama dalam arti STI tidak harus diselesaikan dan dioperasikan dengan segera,



D.        Perbandingan dengan Metode   Konvensional          
Dengan metode pengembangan secara konvensional, yaitu metode SDLC (system development life cycle), STI dikembangkan oleh analis system. Analis system (system analyst) adalah orang yang dididik khusus untuk mengembangkan system secara professional. Alasan menggunakan analis system di metode SDLC adalah karena metode ini digunakan untuk mengembangkan system teknologi informasi yang kompleks. STI yang kompleks perlu di analis oleh orang yang ahli dalam bidangnya, sehingga permasalahan dapat di pecahkan dan kebutuhan pemakai system dapat diidentifikasi dengan benar. Setelah STI berhasil dikembangkan oleh analis system, STI ini umumnya dioperasikan oleh departemen system informasi. Pemakai system dapat menerima informasi yang dibutuhkan baik secara off-line, yaitu dengan menerima informasi yang didistribusikan oleh departemen system informasi secara periodic atau secara on-line, yaitu dengan mengakses informasi melalui terminal di pemakai system ke basis data di departemen system informasi.
Pengembangan STI model outsourcing dilakukan oleh pihak ketiga dan sekaligus dioprasikan oleh pihak ketiga. Pemakai sistem dapat menggunakan STI ini dengan menerima informasi secara periodik oleh pihak ketiga atau dapat menggunakan terminal yang dihubungkan ke tempat pihak ketiga yang mengoprasikan STI ini.

E.         Paket & Outsourcing
Tuntutan persaingan dunia usaha yang ketat di era globalisasi saat ini menuntut perusahaan untuk berusaha meningkatkan kinerja usahanya melalui pengelolaan organisasi yang efektif dan efisien. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mempekerjakan tenaga kerja seminimal mungkin untuk dapat memberi kontribusi maksimal sesuai sasaran perusahaan. Untuk itu perusahaan berupaya fokus menangani pekerjaan yang menjadi bisnis inti (core business), sedangkan pekerjaan penunjang diserahkan kepada pihak lain. Proses kegiatan ini dikenal dengan istilah “outsourcing.”  Outsourcing  merupakan trend untuk mengatasi persoalan-persoalan bisnis yang dihadapi saat ini (Beaumont dan Sohal, 2004).  Beberapa definisi outsourcing  yang telah dikembangkan oleh para ahli, diantaranya:
1.      Outsourcing  adalah tindakan memindahkan beberapa aktivitas rutin internal perusahaan, termasuk dalam hal pengambilan keputusan  kepada pihak lain yang diatur oleh kontrak perjanjian (Maurice F. Greaver II,1999);
2.      Outsourcing adalah pemindahan tanggung jawab manajemen kepada pihak ketiga secara berkesinambungan di dalam menyediakan layanan yang diatur oleh perjanjian (Shreeveport Management Consultancy );
3.      Outsourcing adalah kontrak dengan pihak lain (di luar perusahaan) terhadap fungsi, tugas atau layanan organisasi dalam rangka mengurangi beban proses, memperoleh keahlian teknis maupun penghematan biaya (Eugene Garaventa, Thomas Tellefsen, 2001);
4.      Outsourcing  adalah aktivitas dimana  supplier (pihak pemasok/vendor) menyediakan barang dan/atau layanan kepada buyer (pihak perusahaan) berdasarkan perjanjian yang telah  disepakati (Elfing & Baven, 1994; Domberger, 1998). 
        2. Macam-macam Outsourcing  
Terdapat beberapa tinjauan tentang macam-macam  outsourcing  yang telah dikembangkan oleh para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut : 
Menurut  Sharing Vision (2006), berdasarkan taksonominya,  outsourcing  dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu : 
1.      Outsourcing, yaitu pendelegasian operasi atau pekerjaan yang bukan inti (non-core) yang semula dilakukan secara internal kepada pihak eksternal yang memiliki spesialisasi untuk melakukan operasi tersebut. Keputusan outsourcing  dilakukan pada umumnya untuk menekan biaya atau untuk meningkatkan fokus pada kompetensi inti. 
2.      Off-Shoring, yaitu mengalihkan pekerjaan ke negara lain.  Off-shoring dapat sekaligus berarti outsourcing  jika pekerjaan tersebut dialihkan kepada pihak lain. Namun offshoring dapat juga bukan merupakan outsourcing  jika perusahaan secara internal tetap menangani pekerjaan yang dialihkan secara geografis ke negara lain. 
3.      Business Process Outsourcing (BPO), yaitu penyediaan atau manajemen proses untuk aplikasi perusahaan yang kritikal/non kritikal oleh vendor yang memiliki spesialisasi khusus. Contoh umum dari BPO adalah  call 
centre , manajemen SDM, akunting dan sistem penggajian. BPO dapat dijelaskan dengan melihat perbedaannya dengan  application service provider (ASP) dimana BPO meliputi pera ngkat lunak, manajemen proses, pengadaan SDM untuk mengoperasikan layanan, sedangkan ASP hanya memberikan hak untuk mengakses dan mempergunakan fitur atau fungsi-fungsi tertentu yang disediakan oleh sebuah perangkat lunak. Layanan ASP pada umumnya disediakan melalui web browser.

F.         End-User Development
            End User Computing (EUC) adalah sistem informasi yang berbasis komputer yang secara langsung mendukung aplikasi operasional dan manajerial and end-user. 


EUC merupakan salah satu metode pengembangan sistem berbasis komputer yang dilakukan oleh pemakai sendiri (user). Selama beberapa tahun belakang ini, banyak pemakai yang mengembangkan aplikasinya sendiri dari pada bergantung pada spesialis informasi. pendekatan  ini lah yang dinamakan dengan EUC. 




Faktor yang mendorong End User Computing (EUC):
1.      Meningkatnya pengetahuan tentang komputer (knowledge)
2.      Timbulnya pelayanan informasi
3.      Perangkat keras yang murah
4.      Perangkat lunak yang siap pakai

Pengelompokan pengguna End User Computing (EUC):
1.   Pemakai akhir tingkat menu (menu level end-user)
2.   Pemakai akhir tingkat perintah (command level end-user)
3.   Programer pemakai akhir (end-user programmers)
4.   Personil pendukung fungsional (functional support personell)
 
Manfaat End User Computing (EUC):
5.   Memindahkan sebagian beban kerja pengembangan sistem kepada pemakai.
6.   Mengurangi kesenjangan komunikasi antara pemakai dan spesialis informasi.

Kerugian End User Computing (EUC):
7.   Sistem yang buruk sasarannya.
8.   Sistem yang buruk rancangan dan dokumentasinya.
9.   Penggunaan sumber daya yang tidak efisien.
10. Hilangnya integritas data.
11. Hilangnya keamanan.

G.        Prototyping
Merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem. Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang , maka harus dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga pengembang akan mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalm menyelasaikan system yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu penyelesaian yang telah ditentukan. Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan mendefinisikan aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan pengembang harus setuju bahwa prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan. Prototype akan dihilangkan sebagian atau seluruhnya dan perangkat lunak aktual aktual direkayasa dengan kualitas dan implementasi yang sudah ditentukan.
Beberapa metode Rapid Prototyping yang berkembang saat ini adalah:
1.         Stereolithography (SLA)
2.         Selective Laser Sintering (SLS)
3.         Laminated Object Manufacturing (LOM)
4.         Fused Depsition Modelling (FDM)
5.         Solid Ground Curing (SGC)



















BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan
Pendekatan sistem adalah pendekatan terpadu yang memandang suatu objek atau masalah yang kompleks dan bersifat interdisiplin sebagai bagian dari suatu sistem. Pendekatan sistem mencoba menggali elemen-elemen terpenting yang memiliki kontribusi signifikan terhadap tujuan. Pendekatan sistem dapat dihubungkan dengan analisis kondisi fisikal, dapat dihubungkan dengan analisis biotis, dan dapat dihubungkan dengan analisis gejala sosial. Pendekatan sistem terdiri dari tiga fase upaya yakni persiapan, defenisi dan solusi.
Siklus hidup pengembangan sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh professional dan pemakai sistem informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi. Sejumlah metodologi SDLC telah mengalami evolusi dengan siklus tradisional, Prototyping, RAD, dan pengembangan berfase.
Ketika sistem dikembangkan, proses,data dan objek akan dibuat modelnya. Alat pemodelan yang populer ialah pembuatan diagran arus data yang menggunakan simbol-simbol dan unsur lingkungan yang dihubungkan oleh panah untuk menunjukkan arus data. Sebelum manajemen memberikan kata setuju untuk memulai suatu proyek sistem, manajer biasanya meminta agar biaya proyek diestimasi.





DAFTAR PUSTAKA
ü  https://joulisinolungan.wordpress.com/2014/12/10/pengembangan-sistem-teknologi-informasi-metode-sdlc-system-development-life-cycle/
ü  http://kumpulanmakalahsim.blogspot.co.id/2014/05/pengembang-sistem.html
ü  http://ekalestari676.blogspot.co.id/2015/01/sistem-inter-organisasi-dan.html

ü  http://100persengila.blogspot.co.id/2009/12/pengembangan-sistem-dengan-metode.html

1 komentar: