Selasa, Oktober 06, 2015

Makalah Teori Ekonomi 1

BAB 1
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Produksi adalah sebuah proses yang telah terlahir di muka bumi ini semenjak manusia menghuni planet ini. Produksi sangat prinsip bagi kelangsungan hidup dan juga peradaban manusia dan bumi. Sesungguhnya produksi lahir dan tumbuh dari menyatunyamanusia dengan alam.
Kegiatan produksi merupakan mata rantai dari konsumsi dandistribusi. Kegiatan produksilah yang menghasikan barang dan jasa, kemudiandikonsumsi oleh para konsumen. Tanpa produksi maka kegiatan ekonomi akan berhenti, begitu pula sebaliknya. Untuk menghasilkan barang dan jasa kegiatan produksimelibatkan banyak faktor produksi.
Fungsi produksi menggambarkan hubungan antar  jumlah input dengan output yang dapat dihasilkan dalam satu waktu periode tertentu.Dalam teori produksi memberikan penjelasan tentang perilaku produsen tentang perilaku produsen dalam memaksimalkan keuntungannya maupun mengoptimalkan efisiensi produksinya. Dimana Islam mengakui pemilikian pribadi dalam batas-batas tertentutermasuk pemilikan alat produksi, akan tetapi hak tersebut tidak mutlak
  1. Rumusan Masalah
1.      Jelaskan mengenai Produksi dengan satu input variabel ?
2.      Jelaskan mengenai Tahap – tahap produksi ?
3.      Apa yang di maksud Produksi dengan input dua variabel ?
4.      Apa pengertian dari Fungsi produksi Cob- Douglas ?
5.      Apa pengertian dari Fungsi Biaya ?
6.      Apa Perbedaan biaya dalam jangka pendek dan jangka panjang ?
7.      Jelaskan mengenai tujuan perusahaan ?
8.      Apa pengertian maksimisasi laba ?
9.      Apakah hubungan maksimisai laba dengan minimisasi biaya ?
10.  Jelaskan pengetian penawaran jangka pendek oleh perusahaan dalam penetapa harga ?

BAB II
PEMBAHASAN
  1. Produksi dengan satu input variable
Adalah hubungan antara tingkat produksi dengan satu macam faktor produksi yang digunakan , sedangkan faktor faktor produksi yang lain dianggap penggunaannya tetap pada tingkat tertentu (ceteris paribus).
Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan :
“Y = f (X1/ X2, X3, ….., Xn)”
Produk Y adalah fungsi dari faktor produksi X1, jika faktor-faktor produksi X2, X3, ……, Xn ditetapkan penggunaannya pada suatu tingkat tertentu. Jadi, satu-satunya faktor produksi yang dapat diubah jumlah penggunaannya adalah  faktor produksi X1.

  1. Tahap-tahap produksi
Untuk kasus umum dan bila dianggap  penambahan factor produksi brsifat kontinyu.
Ada 3 tahap penting dari gerakan perubahan Nilai Total Produksi.
Yang pertama , pada saat Marginal Prduksi maksimum ( titik 1 dan 4 )
Kedua ,pada saat Rata – Rata Produksi Maksimum (titil 2 dan 5).
Ketiga pada saat MP = 0 atau Total Produksi maksimum ( titik 3 dan 6).
Selanjutnya diagram tersebut dapat kita bagi menjadi tiga tahap produksi ( The three stages of production ):
1.     Tahap I sampai pada saat kondisi AP ( Rata – rata produksi ) maksimum.
2.    Tahap II antara AP ( Rata – rata produksi ) maksimum sampai saat MP ( Marginal Produksi ) sama dengan Nol.
3.    Tahap III saat MP ( Marginal Produksi ) sudah bernilai <Nol (negative )
Penahapan ini berguna untuk memahami pada tahap mana perusahaan berproduksi.

  1. Produksi dengan dua input variable
Dalam analisis ini dimisalkan hanya ada dua faktor produksi yang dapat diubah-ubah penggunaannya di dalam proses produksi. Dimisalkan pula bahwa kedua faktor produksi tersebut dapat saling menggantikan.
Misalnya, faktor produksi X1 dapat menggantikan faktor produksi X2, demikian pula sebaliknya X2 dapat menggantikan X1.
•  Dalam proses produksi yang digunakan dua input variabel, alat analisis yang digunakan untuk melihat hubungan fungsional antara output dan input adalah garis isoquant.
• Garis Isoquant/Isoproduct/Kurve Produk adalah  garis yang menunjukkan berbagai kemungkinana kombinasi 2 input yang menghasilkan jumlah produksi (output) yang sama besar.

  1. Elastisitas Substitusi
adalah mengukur respons persentase perubahan jumlah barang yang diminta karena persentase perubahan harga barang lain.
Besarnya nilai elastisitas akan menunjukkan bentuk hubungan antar barang X dengan barang Y. Sifat hubungan antar barang itu dapat berupa hubungan saling (complementer) atau berupa hubungan barang yang menggantikan (substitute) atau tidak ada hubungan sama sekali (netral). Hubungan antar barang yang bersifat komplementer bisa terjadi antara dua jenis barang yang berfungsi saling melengkapi seperti antara kopi dengan gula pasir. Sedangkan hubungan antara dua jenis barang yang bersifat substitusi terjadi antara dua barang yang saling menggantikan misalnya air mineral dengan teh botol. Sementara itu hubungan antara dua barang yang bersifat netral terjadi misalnya air dengan komputer. Kedua barang itu secara logika tidak memiliki hubungan langsung.
Rumus atas sifat- sifat itu sebagai berikut:
•           Jika Exy > 0 untuk barang substitusi, misalnya jika harga beras naik, maka beras yang diminta akan turun sehingga gandum yang diminta akan naik.
•           Jika Exy < 0 untuk barang komplementer, misalnya jika harga gula naik sehingga menyebabkan gula yang diminta turun, maka teh yang akan diminta juga turun.
•           Jika Exy = 0 untuk dua barang yang netral atau tidak memiliki hubungan sama sekali.

  1. Fungsi Produksi Cob-Douglas
Fungsi Cobb-Douglas adalah suatu fungsi atau persamaan yang melibatkan dua atau lebih variabel, dimana variabel yang satu disebut dengan variabel dependen (yang dijelaskan/Y), dan yang lain disebut variabel independen (yang menjelaskan/X)
Dalam fungsi produksi, maka fungsi produksi Cobb-Douglas adalah suatu fungsi produksi yang ingin memperlihatkan pengaruh input yang digunakan dengan output yang diinginkan. Pentingnya pendugaan menggunakan EKONOMETRIKA (Ekonomi, Matematika, Statistika)
Dalam dunia ekonomi, pendekatan Cobb-Douglas merupakan bentuk fungsional dari fungsi produksi secara luas digunakan untuk mewakili hubungan output untuk input.
Untuk produksi, fungsi dapat digunakan rumus :
Y = AL α K β , Y = K α β AL,
Keterangan:
Y = total produksi (nilai moneter semua barang yang diproduksi dalam setahun)
L = tenaga kerja input
K = modal input
A = produktivitas faktor total
α dan β adalah elastisitas output dari tenaga kerja dan modal, masing-masing. Nilai-nilai konstan ditentukan oleh teknologi yang tersedia.
Bentuk umum fungsi produksi Cobb-Douglas adalah:
Q = δ.I α
Keterangan:
Q = Output
I = Jenis input yang digunakan dalam proses produksi dan dipertimbangkan untuk dikaji
δ = indeks efisiensi penggunaan input dalam menghasilkan output
α = elastisitas produksi dari input yang digunakan

  1. Fungsi Biaya
Konsep biaya produksi yang digunakan dalam analisa ekonomi berbeda dengan konsep biaya yang biasa digunakan secara umum. Konsep ekonomi mengenai biaya lebih konsisten dan tetap.
Biaya produksi merupakan faktor utama dalam menentukan jumlah barang atau jasa yang akan dijual di pasar.
Untuk mengetahui penawaran dan jumlah barang yang ditawarkan harus mengetahui biaya-biaya yang dikeluarkan,yang berasal dari prinsip produksi.
dalam konsep biaya ada beberapa hal lain yang perlu diketahui adalah tentang biaya total, biaya perunit, dan biaya marginal.
1. Biaya Total ( Total Cost = TC ) adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi sampai terciptanya barang. TC = TFC + TVC.
2. Biaya Perunit (Average Cost = AC) Biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi 1 unit barang jadi. AC = TC / Q.
3. Biaya Marginal ( Marginal Cost = MC ) Tambahan biaya karena menambah 1 unit barang yang diproduksi.

  1. Perbedaan Biaya dalam jangka pendek dan jangka panjang
Apabila masing – masing keseimbangan dihubungkan akan terbentuk jalur perluasan produksi dalam jangka panjang. Fungsi Produksi dibedakan menjadi :
1.      Jangka Pendek : Jika terdapat fixed dan variable cost
Dalam jangka pendek berlaku hukum The Law of Deminishing Return ( Hukum kenaikan yang semakin menurun ).
   Yaitu Jika dalam proses produksi terdapat input tetap / Fixed Cost ( artinya produksi masih dalam jangka pendek ) , Apabila semakin banyak input variabel yang digunakan, maka output akan bertambah dengan pola pertambahan yang menunjukkan:
1. MP naik, maksimum lalu turun sampai nol dan akhirnya negatif The law of Deminishing Marginal Return
2. AP mula-mula naik, maksimum lalu turun tapi tidak menjadi negatif disebut The Law of Deminishing Average Return
2.      Jangka Panjang : Jika semua fixed cost sudah menjadi variable cost
Dalam menganalisa biaya umumnya tidak terlepas dari analisa penerimaan atau revenue atau total revenue. Pengertian revenue atau penerimaan adalah seluruh pendapatan yang diterima dari hasil penjualan barang pada tingkat harga tertentu. Secara matematik total revenue dirumuskan sebagai berikut:
* TR = PQ.          * AR = TR/Q
*  MR = ∆TR/∆Q     atau  turunan dari TR
 ∆TR = Tambahan penerimaan,  ∆Q = Tambahan Produksi. Berdasarkan konsep penerimaan dan biaya (TR dan TC)  dapat diketahui beberapa kemungkinan diantaranya :
TR < TC  = keadaan untung / laba
TR= TC   = keadaan  Break Even Point
TR > TC  = Keadaan rugi.

  1. Tujuan Perusahaan
Hubungan yang rumit antara penyedia input dengan perusahaan merupakan permasalahan bagi para ekonom yang ingin membuat generalisasi teori tentang perilaku perusahaan. Karena itu, sebagian besar ekonom memperlakukan perusahaan sebagai sebuah unit pembuat keputusan tunggal yaitu sebuah pendekatan yang menghapuskan seluruh masalah perilaku yang kompleks mengenai hubungan antara pekerja dengan pemilik modal. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa keputusan perusahaan dibuat oleh manajer tunggal yang bersifat diktator yang secara rasional berusaha mengejar beberapa tujuan yaitu pemaksimuman laba ekonomi perusahaan.

  1. Maksimisasi Laba
Tujuan perusahaan adalah maximize profit, artinya perusahaan akan menghasilkan kuantitas yang memaksimalkan perbedaan antara pendapatan total dan biaya total(dengan mengasumsikan bahwa pendapatan total lebih besar dari biaya total, TR>TC).
Profit adalah selisih antara penerimaan total (TR) dan biaya total (TC). Penerimaan total adalah jumlah yang diterima dari penjualan produk (PxQ). Biaya total adalah jumlah dari biaya tetap (FC) dan biaya variabel (VC).

  1. Hubungan Maksimisasi Laba Dengan  Minimisasi biaya
Dalam mencapai keseimbangannya produsen selalu berdasarkan prinsip efisiensi,yaitu maksimal output (output maximalization) atauminimaliz biaya (cost minimalization).prinsip maksimalisasi output menyatakan bahwa dengan anggaran yang sudah ditentukan,dicapai output maksimum prinsip minimalisasi biaya menyatakan target output yang sudah ditetapkan harus dicapai dengan biaya minimum.

Keputusan maksimalisasi output atau minimalisasi faktor produksi sangat tegantung pada tujuan atau misi yang diemban perusahaan atau lembaga.tetapi lembaga-lembaga yang tidak berorientasi laba maksimum (nir laba atau non profit)seperti lembaga-lembaga swadaya masyarakat,menggunakan prinsip minimalisasi biaya.

  1. Penawaran jangka pendek oleh perusahaan dalam penetapan harga
Penawaran harga dalam jangka pendek merupakan ilustrasi terakhir dan paling penting dari asumsi maksimal laba. Penawaran harga pada jangka pendek ini mengarah pada penawaran pasar dan penentuan harga. Pada penawaran jangka pendek markup ditetapkan dengan cara yang memaksimalkan laba, maksudnya adalah kondisi pasar sangat menentukan harga. Penawaran pada jangka pendek perusahaan harus memproduksi kuantitas dimana biaya marginal sama dengan harga. Dalam pengambilan keputusan tentang keluaran perusahaan hendaknya memproduksi tingkat keluaran untuk mana pendapatan marginal sama dengan biaya marginal.
















BAB III
PENUTUP
    1. Kesimpulan
Biaya produksi yang terlalu tinggi akan berakibat harga pokok produksinya menjadi besar dan hal ini akan mengakibatkan tingginya harga jual produk, sehingga akan tidak terjangkau oleh konsumen. Inilah yang merupakan tugas dari bagian produksi.
Suatu perusahaan akan mempunyai tujuan tertentu untuk mencari laba sebanyak banyaknya dengan menggunakan biaya yang sangat minimal sehingga perusahaan tersebut akan mendapat laba yang lebih maksimum dengan hanya mengeluarkan biaya se minimal mungkin. Untuk mencapai keseimbangannya produsen selalu berdasarkan prinsip efisiensi,yaitu maksimal output (output maximalization) atauminimaliz biaya (cost minimalization).prinsip maksimalisasi output menyatakan bahwa dengan anggaran yang sudah ditentukan,dicapai output maksimum prinsip minimalisasi biaya menyatakan target output yang sudah ditetapkan harus dicapai dengan biaya minimum.




DAFTAR PUSTAKA


0 komentar:

Posting Komentar