Selasa, November 10, 2015

MAKALAH PERMINTAAN PASAR DAN ELASTISITAS

BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Ilmu ekonomi muncul seiring dengan diturunkannya manusia di Bumi ini dengan kebutuhan-kebutuhan manusia semakin tidak terbatas. Kebutuhan manusia akan sumber daya alam, manusia juga mulai mengenal bagaimana melakukan kegiatan ekonomi. Pada dasarnya Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti dari masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas sebagai alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Meningkatnya kebutuhan manusia sesuai dengan peradaban masa kini mengakibatkan sumber daya alam semakin menipis. Kebutuhan ekonomi sama halnya dengan permintaan, permintaan yang semakin meningkat namun penyediaan barang atau jasa yang sedikit akan mengakibatkan kelangkaan, ini mengakibatkan harga jual pun akan meningkat.Pertama kita perlu mengetahui apa saja yang mempengaruhi permintaan komoditi tertentu berikutnya baru kita dapat melihat bagaimana permintaan dapat menentukan harga serta bagaimana sistem harga itu secara keseluruhan memungkinkan sistem perekonomian bereaksi terhadap perubahan permintaan. Permintaan membantu kita dalam memahami keberhasilan sistem harga dan juga kegagalannya.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian fungsi permintaan ?
2.      Apa yang dimaksud dengan Perubahan pendapatan dan perubahan harga?
3.      Apa yang dimaksud dengan kurva individual dan pasar ?
4.      Apa yang dimaksud Pergeseran kurva permintaan ?
5.      Apa yang dimaksud dengan elastisitas ?
6.      Apa yang dimaksud dengan Kurva permintaan yang dikompensasi?
7.      Apa yang dimaksud Pengembangan matematis tentang perubahan harga ?
8.      Apa yang dimaksud Preferensi yang dinyatakan dan efek substitusi ?
9.      Apa yang dimaksud surplus konsumen ?









BAB II
PEMBAHASAN
A.    Fungsi Permintaan
Fungsi permintaan akan sebuah produk adalah sebuah pernyataan hubungan antara kuantitas yang diminta dan semua faktor yang mempengaruhi kuantitas tersebut. Permintaan ditempatkan sebagai suatu fungsi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain harga barang itu sendiri, harga barang lain/saingan, selera, pendapatan, jumlah penduduk dan faktor lain. Selain dapat diidentifikasi, keterkaitan antara permintaan dan faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan secara matematis sebagai berikut:
             Qdx  =  f (Px ; Py ; t ; Y ; Pop)

Keterangan :
Qdx     = Jumlah produk X yang diminta
Px        = Harga barang X
Py        = Harga barang Y (Harga barang lain, bisa barang substitusi dan Barang komplementer)
t           = Selera/taste
Y         = Pendapatan/Yield
Pop      = Jumlah Penduduk/ Populasi
Dalam kaitannya dengan hukum ekonomi, pada masalah permintaan sebagian besar analisisnya menggunakan asumsi ceterisparibus (faktor-faktor lain dianggap konstan/tidak berubah). Oleh karena itu harga merupakan faktor dominan dalam permintaan, sementara faktor-faktor seperti harga barang lain, selera, tingkat pendapatan dan jumlah penduduk dianggap tetap.

B.   Perubahan pendapatan dan perubahan harga barang yang bersangkutan
Perubahan pendapatan akan menggeser kurva anggaran sejajar dengan kurva anggaran yang lama. Adanya perubahan pendapatan, harga X dan Y tetap akan menggeser kurva kekanan dan keseimbangan akan semakin naik.
Kenaikan pendapatan maka jumlah barang yang dikonsumsi akan bertambah maka sifat barang tsb adalah barang normal. Apabila kenaikan pendapatan mengurangi konsumsi barang maka barang tsb adalah barang inferior (kurva bergeser ke kanan sejajar). Pendapatan menurun, harga tetap maka konsumsi naik.

  1. Kurva permintaan individual dan pasar
Yang dimaksud dengan kurva permintaan individual akan sesuatu barang ialah suatu kurva atau suatu daftar yang menunjukkan jumlah-jumlah suatu barang untuk setiap satuan waktu yang oleh seorang konsumen ingin dan sanggup untuk membelinya ingin mengetahui kurva permintaan konsumen A akan beras, kita dapat memperolehnya dengan cara menyodorkan daftar seperti terlihat pada table berikut untuk diisi oleh konsumen A tersebut.
Kolom 1 tabel ini kita isi dengan sejumlah kemungkinan harga beras. Kolom 2 diisi oleh konsumen A. Setelah tabel tersebut kolom 2 nya telah terisi, maka tabel tersebut sudah merupakan apa yang oleh para ahli ekonomi dianamakannya sebagai tabel permintaan
konsumen individual, yang dalam contoh di atas adalah tabel permintaan individual konsumen A akan beras.
sebelumnya memperlihatkan peemintaan individual, yaitu permintaan dari satu keluarga tertentu saja dengan jumlah anggota keluarga, selera makan, kebutuhan, dan penghasilan tertentu. Tetapi, masyarakat terdiri dari jutaan keluarga. Apabila jumlah beras yang mau dibeli oleh masyarakat (kota, daerah, provinsi, atau seluruh negara) pada berbagai tingkat harga itu dijumlah, kita peroleh permintaan pasar (market demand).
Bentuk kurva permintaan pasar pada dasarnya serupa dengan kurva permintaan individual tadi. Hanya skala pada sumbu horisontal akan berbeda, sebab jumlah yang mau dibeli oleh seluruh masyarakat itu diukur dalam ribuan, bahkan mungkin jutaan ton. Dalam pembicaraan selanjutnya yang dipakai adalah kurva permintaan pasar. Sebab permintaan masyarakatlah yang memberikan isyarat kepada dunia usaha tentang apa dan berapa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

D.    Pergeseran Kurva Permintaan
Pergerakan kurva permintaan merupakan pergerakan yang terjadi di sepanjang kurva permintaan yang diakibatkan oleh berubahnya jumlah produk yang diminta konsumen sebagai akibat dari perubahan harga produk tersebut.

Jadi, jelas bahwa yang menyebabkan adanya pergerakan di sepanjang kurva permintaan adalah karena perubahan harga produk yang bersangkutan. Pergerakan ini sejalan dengan Hukum Permintaan, yaitu ketika harga barang naik, maka jumlah permintaan akan turun, sehingga titik pada kurva permintaan akan bergerak ke kiri.
Untuk lebih jelasnya, kami tampilkan dalam contoh kurva berikut ini:

Dalam kurva permintaan di atas, diketahui bahwa harga es krim naik dari $1.00 menjadi $2.00 sebagai akibat dari adanya pajak (tax).
Peningkatan harga es krim ini mengakibatkan jumlah permintaan es krim  turun dari 8 menjadi 4, dan terjadi pergerakan di sepanjang kurva permintaan yaitu dari titik A ke B.

Selain pergerakan, kurva permintaan juga bisa mengalami pergeseran, baik ke kanan maupun ke kiri. Pergeseran ini terjadi karena berubahnya jumlah produk yang diminta konsumen sebagai akibat dari berbagai faktor kecuali faktor harga produk tersebut.

Berbagai faktor yang dimaksud diantaranya adalah pendapatan konsumen, harga produk lain, selera, harapan, dan jumlah pembeli.

Contoh:
Pendapatan Konsumen
Untuk barang normal, apabila pendapatan konsumen meningkat, maka jumlah barang yang diminta akan meningkat pula dan kurva permintaan akan bergeser ke kanan.

Sedangkan untuk barang inferior, apabila pendapatan konsumen meningkat, maka jumlah barang yang diminta akan turun dan kurva permintaan akan bergeser ke kiri.
Apabila digambarkan dalam sebuah kurva, berturut-turut adalah sebagai berikut:


E.     Elastisitas
Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.
Penggunaan paling umum dari konsep elastisitas ini adalah untuk meramalkan apa yang akan terjadi jika harga barang/jasa dinaikkan. Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan sangatlah penting. Bagi produsen, pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa besar ia harus mengubah harga produknya. Hal ini sangat berkaitan dengan seberapa besar penerimaan penjualan yang akan ia peroleh. Sebagai contoh, anggaplah biaya produksi sebuah barang meningkat sehingga seorang produsen terpaksa menaikkan harga jual produknya. Menurut hukum permintaan, tindakan menaikkan harga ini jelas akan menurunkan permintaan. Jika permintaan hanya menurun dalam jumlah yang kecil, kenaikan harga akan menutupi biaya produksi sehingga produsen masih mendapatkan keuntungan. Namun, jika peningkatan harga ini ternyata menurunkan permintaan demikian besar, maka bukan keuntungan yang ia peroleh. Hasil penjualannya mungkin saja tidak dapat menutupi biaya produksinya, sehingga ia menderita kerugian. Jelas di sini bahwa produsen harus mempertimbangkan tingkat elastisitas barang produksinya sebelum membuat suatu keputusan. Ia harus memperkirakan seberapa besar kepekaan konsumen atau seberapa besar konsumen akan bereaksi jika ia mengubah harga sebesar sepuluh persen, dua puluh persen, dan seterusnya.

F.    Kurva permintaan yang dikompensasi
Kurva Permintaan yang dikompensasi memperlihatkan hubungan antara harga barang dan jumlah yang dibeli atas dasar asumsi bahwa harga lain dan utilitas tetap konstan.Secara sistematis,kurva ini merupakan representasi matematis dari fungsi permintaan yang dikompensasi. X* = hX (Px, Py, U)

G.   Pengembangan matematis tentang perubahan harga
Teori ekonomi, hanya menyatakan secara kualitatif suatu hubungan dalam suatu pernyataan atau postulat atau hipotesis. Misalnya, teori ekonomi hanya menyatakan adanya hubungan negatif antara harga dan jumlah permintaan (semakin tinggi harga di pasar, semakin rendah jumlah permintaan). Namun teori ekonomi tidak memberikan pengukuran secara numerik berkaitan dengan hubungan kedua variabel tersebut, yang artinya teori ekonomi tidak menjelaskan berapa jumlah permintaan akan naik atau turun sebagai akibat dari perubahan harga yang terjadi. Hal ini merupakan lahan kajian dari ahli matematika ekonomi, yang membangun model matematis secara eksak dari hubungan dua variabel tersebut. Namun sekali lagi, matematika berhubungan dengan sesuatu yang pasti, sedangkan keadaan di lapangan tidak selalu seperti itu, banyak hal seperti keadaan politik dan sosial yang mempengaruhinya, di mana muncul suatu probabilitas. Oleh sebab itu dibutuhkan kajian statistika ekonomi yang mengembangkan model matematis dengan pengujian secara empiris.

H.    Preferensi yang dinyatakan dan efek substitusi
Teori Preferensi
Sampai kini kita menganggap bahwa kurva indiferen diperoleh dengan meminta konsumen untuk memilih di antara semua kombinasi komoditi yang mungkin. Namun, para konsumen sering kali tidak dapat atau tidak akan memberikan jawaban yang meyakinkan terhadap pertanyaan-pertanyaan langsung mengenai preferensi mereka. Menurut teori preferensi yang diungkapkan, preferensi konsumen dapat disimpulkan dari sejumlah pengamatan yang cukup atas pilihan ataupun pembelian di pasar, tanpa keinginan apapun untuk menyelidiki preferensi individu secara langsung. Misalnya, jika seorang konsumen diamati pada waktu membeli kombinasi A dan bukan kombinasi B, dan A tidak lebih murah daripada B, maka untuk konsumen ini A lebih disukai daripada B.
Teori preferensi yang diungkapkan bersandar pada asumsi-asumsi berikut:

1.         Cita rasa individu tidak berubah selama periode tertentu
2.         Terdapat konsistensi; yaitu, jika konsumen yang diamati lebih menyukai kombinasi A daripada kombinasi B, maka konsumen ini tidak akan pernah lebih menyukai B daripada A.
3.         Terdapat transitivitas: yaitu, jika A lebih disukai daripada B dan B lebih disukai daripada C, maka A lebih disukai daripada C
4.         Konsumen dapat didorong untuk membeli kombinasi barang yang manapun jika harganya dibuat cukup menarik.

Efek Subtitusi
Pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang diminta dapat dijelaskan melalui dua efek yaitu efek subtitusi dan efek pendapatan. Teori permintaan menjelaskan bahwa bila terjadi penurunan harga akan menambah permintaan, karena konsumen akan menambah barang yang lain (efek subtitusi). Di satu sisi penurunan harga juga akan menyebabkan pendapatan riil konsumen meningkat sehingga akan menambah konsumsi berbagai barang (efek pendapatan). Dengan kata lain, efek subtitusi adalah terjadinya perubahan harga dimana perubahannya dibatasi pada pergerakan sepanjang kurva indiferen mula-mula (penghasilan riil dianggap tetap), sedangkan efek pendapatan terjadi karena adanya perubahan harga suatu barang yang menyebabkan pendapatan riil konsumen berubah sehingga jumlah barang yang diminta berubah, dimana harga barang lain dan pendapatan nominal konsumen tetap.

Efek total adalah perubahan jumlah yang diminta konsumen yang ditunjukkan dengan pergerakan dari satu titik keseimbangan ke titik keseimbangan yang lain, dan merupakan penjumlahan kedua efek tersebut.

Perbedaan efek subtitusi dan efek pendapatan dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu barang merupakan barang normal, superior, inferior, atau giffen. Pengertian barang normal adalah barang yang memiliki efek pendapatan selalu positif, sedangkan barang superior dapan ditentukan bila efek pendapatan lebih besar daripada nilai absolut efek subtitusi apabila efek pendapatan negative dan lebih besar daripada nilai absolut efek subtitusi maka akan menimbulkan efek total yang negative pula. Jenis barang ini disebut sebagai barang giffen. Gejala tidak berlakunya hukum permintaan pada barang giffen disebut giffen paradox, karena pendapatan atau anggaran yang lebih tinggi justru mengurangi jumlah barang yang diminta.
Efek subtitusi digambarkan sebagai pergeseran garis anggaran pada sebuah kurva indiferensi yang tetap, sedangkan efek pendapatan digambarkan sebagai pergeseran parallel dari garis anggaran. Misalkan pada sumbu vertikal menunjukkan variabel batagor (B), sedangkan sumbu horizontal menunjukkan variabel siomay (S). Bila anggaran mula-mula ditunjukkan oleh ab dengan titik keseimbangan pada E0, pada titik ini konsumsi siomay sebanyak Q0. Dengan turunnya harga siomay (ceteris paribus), akan menggeser garis ab ke ab’ dan keseimbangan akan bergeser ke E1, serta konsumsi siomay bertambah menjadi Q1. Untuk dapat menentukan efek pendapatan maka kita ambil imaginary budget (garis anggaran bayangan) untuk mengurangi pendapatan konsumen sehingga pendapatan tersebut persis mencapai kurva indiferensi semula. Caranya adalah dengan membuat garis anggaran bayangan ay yang terletak secara parallel dengan garis anggaran sehingga garis tersebut menyentuh kurva indiferensi yang melalui titik E2. Titik E2 akan memisahkan perubahan kuantitas karena adanya efek subtitusi dan efek pendapatan.

I.       Surplus Konsumen
Surplus konsumen memiliki kaitan dengan apa yang disebut kurva permintaan atas suatu produk. Dalam kurva permintaan, pada setiap kuantitas yang diminta, harga kesedian ditunjukan oleh kurva- kurva permintaan sama dengan kesediaan membayar pembeli marjinal (marginal buyer), yakni pembeli yang akan langsung meninggalkan pasar pertama kali begitu harga naik lagi.
Konsumen Dalam pasar, masyarakat sebagai pembeli senantiasa menginginkan harga yang lebih rendah untuk setiap barang yang akan mereka beli,  sehingga dengan penurunan harga bisa jadi akan meningkatkan kesejahteraan pembeli
Surplus konsumen adalah jumlah yang akan dibayarkan pembeli atas barang dikurangi harga yang sebenarnya mereka bayarkan. Intinya bahwa surplus konsumen mengukur manfaat atau keuntungan yang diterima pembeli dari suatu barang, berdasarkan penilaian pembeli. Apabila para pembuat kebijakan berkeinginan menghormati kecenderungan pembeli, maka surplus ekonomi merupakan ukuran yang baik bagi kesejahteraan ekonomi. Adakalanya pembuat keputusan sengaja mengabaikan surplus konsumen karena mereka tidak menghargai prefrensi yang menentukan perilaku konsumen.
Dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan ekonomis tercermin melalui surplus konsumen, yang ada pada sebagian besar pasar. Asumsi para ekonom bahwa pembuat keputusan yang rasional adalah pembeli sehingga preferensinya harus dihormati. Adapun dalam hal ini pembeli diakui sebagai penilai terbaik tentang banyaknya keuntungan yang diperoleh dari barang yang mereka beli.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Hukum permintaan dalam ekonomi menyebutkan makin tinggi harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang diminta dan sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin banyak jumlah barang yang diminta. Sepertinya dalil hukum permintaan itu tidak berlaku pada saat bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul fitri. Meskipun harga-harga melangit, masyarakat tetap bersemangat untuk mencukupi kebutuhannya, terutama kebutuhan pangan.

B.     Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dijelaskan sebelumnya,sebaiknya para penjual tidak memainkan harga dan sengaja “membuat” suatu barang terlihat langka sehingga membuat masyarakat merasa terbebani dengan kenaikan harga mendadak seperti contohnya daging sapi,cabai dan kebutuhan lainnya.Pemerintah juga sebaiknya lebih memperhatikan adanya kecurangan dalam pendistribusian barang-barang sehingga tidak terjadi penimbunan barang yang dapat mengakibatkan kenaikan harga.




DAFTAR PUSTAKA



0 komentar:

Posting Komentar