Peranan Komunikasi dalam bisnis.
Komunikasi nonverbal juga mempunyai peran penting dalam dunia bisnis. Ia
dapat membantu memastikan kredibilitas dan potensi kepemimpinan seeseorang.
Jika seseorang dapat belajar mengelola kesan yg telah dibuat dengan bahasa
isyarat, ekspresi wajah, suara dan penampilan, maka seseorang akan dapat
melakukan suatu komunikasi dengan baik. Bisa dikatakan, seorang manajer
haruslah bisa menjadi komunikator yang baik. Ia harus tau bagaimana
menyampaikan pesan2 bisnisnya kepada para bawahanya. Apabila seseorang dapat
belajar membaca pesan2 nonverbal yg disampaikan orang lain, maka ia tentu juga
dapat menafsirkan maksud maupun sikap mereka secara lebih akurat dan tepat.
Tujuan dari komunikasi dalam bisnis
Dalam komunikasi bisnis, terdapat beberapa
tujuan atau maksud tertentu. Berikut ini adalah beberapa tujuan komunikasi
bisnis yaitu :
- Meningkatkan goodwill (nama baik) suatu perusahaan
- Meningkatkan hubungan baik perusahaan dengan masyarakat
- Meningkatkan fungsi kepemimpinan dalam suatu perusahaan
Umpan balik dan bentuk bentuknya
Feedback adalah tanggapan yg berisi kesan dari penerima pesan dalam
bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa
adanya feedback maka seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya
terhadap si penerima pesan. Hal ini penting bagi para manajer atau pengirim
pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar
dan tepat.
1. Feedback Positif & Feedback Negatif
Feedback positif adalaah isyarat / gejala
yg ditunjukkan oleh komunikan yg menandakan bahwa mereka memahami, membantu dan
mau bekerja sama dengan komunikator untuk mencapai sasaran komunikasi tertentu,
dan tidak menunjukkan pertentangan. Sebagai contohnya : komunikan mengangguk,
memperhatikan dengan serius, mencatat, dan responsif ketika ditanya. Feedback negatif adalah isyarat / gejala yg
ditunjukkan oleh komunikan yg menandakan bahwa mereka memiliki sikap serta
perilaku yg dapat berkisar dari mulai tidak setuju hingga tidak menyukai pesan,
cara penyampaian, bahkan diri sang komunikator. Segala sesuatu yg merupakan
lawan dari feedback positif adalah feedback negatif.
2. Feedback Netral & Feedback Zero
Feedback Netral adalah jenis feedback yg
sulit untuk dinilai sebagai isyarat / gejala yg menunjukkan respon positif atau
negatif. Dengan kata lain feedback netral adalah feedback yg tidak jelas
wujudnya; apakah itu berupa positif atau negatif.
3. Feedback Internal & Feedback
Eksternal
Feedback Internal adalah yg menunjukkan
sumber dari isyarat / gejala yg menjadi feedback. Bila itu muncul dari dalam
diri komunikator, maka itu disebut feedback internal. Maksudnya, contoj ketika komunikator
telah mengatakan sesuatu, tapi kemudian dia ingat sesuatu dan meralat apa yg
telah dia katakan, maka yg kita lihat itu dapat kita katakan sebagai hal yg
terjadi karena ada feedback internal pada diri komunikator. Feedback Eksternal adalah feedback yg
munculnya berasal dari komunikan. Dalam hal ini komunikan dapat menunjukkan
dengan memberikan ekspresi wajah tertentu, gerak-gerik perilaku, atau bahkan
suara2 yg muncul ketika komunikasi tengah berlangsung.
Kesalahpahaman dalam berkomunikasi
Faktor2 penghambat komunikasi tersebut
meliputi masalah dalam pengembangan pesan, penyampaian pesan, penerimaan pesan
dan penafsiran pesan
1. Masalah Dalam Mengembangkan Pesan
Sumber masalah dalam mengembangkan suatu pesan adalah dalam
memformulasikan suatu pesan. Masalah dalam mengembangkan suatu pesan dapat
meliputi antara lain munculnya keraguab tentang isi pesan, kurang terbiasa
dengan situasi yg ada, adanya pertentangan emosional, atau kesulitan dalam
mengekspresikan ide atau gagasan.
2. Masalah dalam Menyampaikan Pesan
Komunikasi juga dapat terganggu karena munculnya masalah dalam
mendapatkan pesan dari pengirim ke penerima. Masalah dalam penyampaian pesan yg
paling jelas adalah faktor fisik, misalnya sambungan kabel yang jelek, akustik
yg lemah, dan tindasan yg tdiak terbaca. Meskipun gangguan2 tersebut terlihat
sepele, namun mereka dapat memblok atau mengganggu suatu pesan. Apabila Anda
sedang menyampaikan suatu presentasi makalah dan sebagainya, pilihlah suatu
tempat yg memungkinkan para audience dapat melihat dan mendengar dengan jelas
apa yg anda sampaikan.
3. Masalah Dalam Menerima Pesan
Seperti halnya dengan penyampaian pesan, menerima pesan punn juga tak
lepas dari ada nya suatu masalah. Masalah yg muncul dalam penerimaan suatu
pesan seperti adanya persaingan antara penglihatan dengan suara, kursi yg tidak
nyaman, lampu yg redup, dan kondisi lain yg bisa mengganggu konsentrasi si
penerima. Sebagai contoh, dapatkah anda menerima pesan dengan baik? Pada saat
asyik membaca di ruang perpustakaan, lantas tiba2 lewat seorang gadis cantik
dihadapan Anda. Kondisi lainpun dapat terjadi, manakala anda sedang mengerjakan
ujian semester, terdengar suara tabuhan gamelan di seberang bangunan yg
kebetulan juga berdampingan dengan sekolah musik.
4. Masalah Dalam Menafsirkan Pesan
Walapun suatu pesan mungkin bisa hilang selama proses penyampaian
pesann, tetapi masalah terbesarnya adalah pada mata rantai terakhir, dimana
suatu pesan ditaffsirkan oleh sang penerima pesan. Perbedaan latar belakang,
perbendaharaan bahasa, dan juga suatu pernyataan emosional yg dapat menimbulkan
munculnya kesalah pahaman antara pemberi dan penerima pesan. Sebagai contoh yg
sederhana apabila anda sedang berbicara dengan seseorang yg berasal dari daerah
yg berbeda latar belakang budayanya dengan anda.
Memperbaiki komunikasi dalam organisasi.
Cara mengatasi Hambatan dan Memperbaiki
komunikasi agar menjadi lebih efektif (Beeve dan Thill, 2003;22) adalah :
- Memelihara ikliim komunikasi terbuka. Iklim komunikasi merupakan campuran dari nilai, tradisi dan juga kebiasaan. Komunikasi terbuka juga akan mendorong terjadinya keterusterangan dan kejujuran serta mempermudah umpan balik atau feedback.
- Bertekad untuk memegang teguh etika berkomunikasi.
- Memahami kesulitan komunikasi antar budaya. Majunya perkembangan TI telah menyebabkan terjadinya interaksi antarbudaya baik dalam lingkup regional, nasional, dan juga internasional.
- Menggunakan pendekatan komunikasi yg berpusat pada penerima, Dengan menggunakan pendekatan yg berpusat pada penerima berarti tetap mengingat penerima ketika sedang berkomunikasi.
- Menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab untuk memperoleh dan membagi informasi. Teknologi juga dapat dipergunakan untuk menyusun, mereevisi dan mendistribusikan pesan. Penggunaan teknologi yg bertanggung jawab dan bijaksana akan mendorong terciptanya suatu komunikasi yg efektif.
- Menciptakan dan memproses pesan secara efektif dan efisien.
Hal itu bisa dilaksanakan dengan cara :
- Mengurangi jumlah pesan
- Menyesuaikan pesan dengan penerima
- Memahami penerima pesan
- Memilih saluran atau media yang tepat
- Meningkatkan keterampilan berkomunikasi
Sumber :
Buku Komunikasi Bisnis, “Sutrisna Dewi”.
http://dipisolo.tripod.com/content/silabus/kombis.htm
http://www.kejuruan.click/2015/07/tujuan-dan-fungsi-komunikasi-bisnis.html
0 komentar:
Posting Komentar