Minggu, September 24, 2017

#TUGAS SOFTKILL KOMUNIKASI BISNIS "Peranan Komunikasi dalam Dunia Bisnis"

Peranan Komunikasi dalam bisnis.

         Komunikasi nonverbal juga mempunyai peran penting dalam dunia bisnis. Ia dapat membantu memastikan kredibilitas dan potensi kepemimpinan seeseorang. Jika seseorang dapat belajar mengelola kesan yg telah dibuat dengan bahasa isyarat, ekspresi wajah, suara dan penampilan, maka seseorang akan dapat melakukan suatu komunikasi dengan baik. Bisa dikatakan, seorang manajer haruslah bisa menjadi komunikator yang baik. Ia harus tau bagaimana menyampaikan pesan2 bisnisnya kepada para bawahanya. Apabila seseorang dapat belajar membaca pesan2 nonverbal yg disampaikan orang lain, maka ia tentu juga dapat menafsirkan maksud maupun sikap mereka secara lebih akurat dan tepat.


Tujuan dari komunikasi dalam bisnis

Dalam komunikasi bisnis, terdapat beberapa tujuan atau maksud tertentu. Berikut ini adalah beberapa tujuan komunikasi bisnis yaitu :
  1. Meningkatkan goodwill (nama baik) suatu perusahaan
  2. Meningkatkan hubungan baik perusahaan dengan masyarakat
  3. Meningkatkan fungsi kepemimpinan dalam suatu perusahaan


Umpan balik dan bentuk bentuknya

     Feedback adalah tanggapan yg berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa adanya feedback maka seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap si penerima pesan. Hal ini penting bagi para manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat.


1. Feedback Positif & Feedback Negatif
Feedback positif adalaah isyarat / gejala yg ditunjukkan oleh komunikan yg menandakan bahwa mereka memahami, membantu dan mau bekerja sama dengan komunikator untuk mencapai sasaran komunikasi tertentu, dan tidak menunjukkan pertentangan. Sebagai contohnya : komunikan mengangguk, memperhatikan dengan serius, mencatat, dan responsif ketika ditanya. Feedback negatif adalah isyarat / gejala yg ditunjukkan oleh komunikan yg menandakan bahwa mereka memiliki sikap serta perilaku yg dapat berkisar dari mulai tidak setuju hingga tidak menyukai pesan, cara penyampaian, bahkan diri sang komunikator. Segala sesuatu yg merupakan lawan dari feedback positif adalah feedback negatif.

2. Feedback Netral & Feedback Zero
Feedback Netral adalah jenis feedback yg sulit untuk dinilai sebagai isyarat / gejala yg menunjukkan respon positif atau negatif. Dengan kata lain feedback netral adalah feedback yg tidak jelas wujudnya; apakah itu berupa positif atau negatif.

3. Feedback Internal & Feedback Eksternal
Feedback Internal adalah yg menunjukkan sumber dari isyarat / gejala yg menjadi feedback. Bila itu muncul dari dalam diri komunikator, maka itu disebut feedback internal. Maksudnya, contoj ketika komunikator telah mengatakan sesuatu, tapi kemudian dia ingat sesuatu dan meralat apa yg telah dia katakan, maka yg kita lihat itu dapat kita katakan sebagai hal yg terjadi karena ada feedback internal pada diri komunikator. Feedback Eksternal adalah feedback yg munculnya berasal dari komunikan. Dalam hal ini komunikan dapat menunjukkan dengan memberikan ekspresi wajah tertentu, gerak-gerik perilaku, atau bahkan suara2 yg muncul ketika komunikasi tengah berlangsung.



Kesalahpahaman dalam berkomunikasi

Faktor2 penghambat komunikasi tersebut meliputi masalah dalam pengembangan pesan, penyampaian pesan, penerimaan pesan dan penafsiran pesan

1.  Masalah Dalam Mengembangkan Pesan

          Sumber masalah dalam mengembangkan suatu pesan adalah dalam memformulasikan suatu pesan. Masalah dalam mengembangkan suatu pesan dapat meliputi antara lain munculnya keraguab tentang isi pesan, kurang terbiasa dengan situasi yg ada, adanya pertentangan emosional, atau kesulitan dalam mengekspresikan ide atau gagasan.

2. Masalah dalam Menyampaikan Pesan

        Komunikasi juga dapat terganggu karena munculnya masalah dalam mendapatkan pesan dari pengirim ke penerima. Masalah dalam penyampaian pesan yg paling jelas adalah faktor fisik, misalnya sambungan kabel yang jelek, akustik yg lemah, dan tindasan yg tdiak terbaca. Meskipun gangguan2 tersebut terlihat sepele, namun mereka dapat memblok atau mengganggu suatu pesan. Apabila Anda sedang menyampaikan suatu presentasi makalah dan sebagainya, pilihlah suatu tempat yg memungkinkan para audience dapat melihat dan mendengar dengan jelas apa yg anda sampaikan.

3.  Masalah Dalam Menerima Pesan
       Seperti halnya dengan penyampaian pesan, menerima pesan punn juga tak lepas dari ada nya suatu masalah. Masalah yg muncul dalam penerimaan suatu pesan seperti adanya persaingan antara penglihatan dengan suara, kursi yg tidak nyaman, lampu yg redup, dan kondisi lain yg bisa mengganggu konsentrasi si penerima. Sebagai contoh, dapatkah anda menerima pesan dengan baik? Pada saat asyik membaca di ruang perpustakaan, lantas tiba2 lewat seorang gadis cantik dihadapan Anda. Kondisi lainpun dapat terjadi, manakala anda sedang mengerjakan ujian semester, terdengar suara tabuhan gamelan di seberang bangunan yg kebetulan juga berdampingan dengan sekolah musik.

4.  Masalah Dalam Menafsirkan Pesan
            Walapun suatu pesan mungkin bisa hilang selama proses penyampaian pesann, tetapi masalah terbesarnya adalah pada mata rantai terakhir, dimana suatu pesan ditaffsirkan oleh sang penerima pesan. Perbedaan latar belakang, perbendaharaan bahasa, dan juga suatu pernyataan emosional yg dapat menimbulkan munculnya kesalah pahaman antara pemberi dan penerima pesan. Sebagai contoh yg sederhana apabila anda sedang berbicara dengan seseorang yg berasal dari daerah yg berbeda latar belakang budayanya dengan anda.


 Memperbaiki komunikasi dalam organisasi.

Cara mengatasi Hambatan dan Memperbaiki komunikasi agar menjadi lebih efektif (Beeve dan Thill, 2003;22) adalah :
  1. Memelihara ikliim komunikasi terbuka. Iklim komunikasi merupakan campuran dari nilai, tradisi dan juga kebiasaan. Komunikasi terbuka juga akan mendorong terjadinya keterusterangan dan kejujuran serta mempermudah umpan balik atau feedback.
  2. Bertekad untuk memegang teguh etika berkomunikasi.
  3. Memahami kesulitan komunikasi antar budaya. Majunya perkembangan TI telah menyebabkan terjadinya interaksi antarbudaya baik dalam lingkup regional, nasional, dan juga internasional.
  4. Menggunakan pendekatan komunikasi yg berpusat pada penerima, Dengan menggunakan pendekatan yg berpusat pada penerima berarti tetap mengingat penerima ketika sedang berkomunikasi.
  5. Menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab untuk memperoleh dan membagi informasi. Teknologi juga dapat dipergunakan untuk menyusun, mereevisi dan mendistribusikan pesan. Penggunaan teknologi yg bertanggung jawab dan bijaksana akan mendorong terciptanya suatu komunikasi yg efektif.
  6. Menciptakan dan memproses pesan secara efektif dan efisien. 

Hal itu bisa dilaksanakan dengan cara :
  • Mengurangi jumlah pesan
  • Menyesuaikan pesan dengan penerima
  • Memahami penerima pesan
  • Memilih saluran atau media yang tepat
  • Meningkatkan keterampilan berkomunikasi



Sumber :
Buku Komunikasi Bisnis, “Sutrisna Dewi”.
http://dipisolo.tripod.com/content/silabus/kombis.htm

http://www.kejuruan.click/2015/07/tujuan-dan-fungsi-komunikasi-bisnis.html

0 komentar:

Posting Komentar