Jumat, Desember 01, 2017

#TUGAS SOFTKILL KOMUNIKASI BISNIS "KOMUNIKASI LISAN"

Komunikasi Lisan dalam Wawancara
Wawancara pada dasarnya adalah obrolan biasa, hanya saja dengan topik tertentu, dan ada pihak yang lebih dominan bertanya (pewawancara) dan pidak lain dominan menjawab, menjelaskan, atau memberi informasi (narasumber). Wawancara sangat penting dalam penelitian kualitatif, karena wawancara merupakan sarana atau teknik pengumpulan data/informasi. Setiap pengumpulan data kualitatif hampir selalu membutuhkan wawancara dengan sumber informasi, misalnya saksi mata, pelaku, pengamat, korban dan sebagainya. Wawancara adalah salah satu teknik meliput, selain terjun langsung kelapangan atau tempat kejadian peristiwa dan studi literatur atau studi kepustakaan.
a.         Etika dalam wawancara di antaranya adalah :
1)        Sebutkan / perkenalkan identitas diri.
2)        Jelaskan tujuan wawancara.
3)        Datang tepat waktu, konfirmasi bila terlambat.
4)        Menghormati permintaan responden, buat secara tertulis.

b.         Sikap dalam wawancara yang perlu diperhatikan :
1)        Fokus pada lawan bicara.
2)        Fokus pada pembicaraan.
3)        Tidak boleh memotong pembicaraan.
4)        Gunakan volume suara yang baik (berbicara tidak terlalu keras).
5)        Sabar.
6)        Lakukan verifikasi jika ada kekurangan.
7)        Jangan menyakiti hati responden.
8)        Hindari kata-kata kasar (kotor).
9)        Bersikap ramah.
10)    Hindari sikap rakus.
11)    Hindari tatapan yang menyelidik/melotot/clingak-clinguk.
12)    Ucapkan terima kasih.

c.         Tujuan Wawancara
1)     Mendapatkan informasi langsung dari responden yang mengerjakan, menyaksikan, memahami atau mengetahui tentang sesuatu.
2)    Mengetahui atau mendapatkan keyakinan tentang kepastian kebenaran sumber informasi, dengan mengamati gerak tubuh atau suara responden.
3)  Mendapatkan suasana tentang suatu kondisi melalui wawancara langsung dilapangan.

d.         Teknik Wawancara
1)    Wawancara Tebuka, menggunakan pertanyaan-pertanyaan tradisional, seperti “mengapa anda ingin melakukan hal itu”, dan apa kelebihan dan kekurangan anda”.
2)     Wawancara tertutup, menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang telah dirancang sedemikian rupa untuk mendapatkan data dan informasi tertentu.
3)    Wawancara behavioral, dimaksudkan untuk mengetahui respon responden terhadap suatu kondisi atau situasi tertentu sehingga pewawancara dapat melihat bagaimana responden memandang suatu tantangan / permasalahan dan menentukan solusinya.


Komunikasi Lisan dalam Bernegosiasi
Negosiasi diartikan sebagai proses yang melibatkan upaya seseorang untuk merubah atau tidak merubah sikap dan perilaku orang lain. Sedangkan pengertian yang lebih rinci menunjukkan bahwa negosiasi merupakan proses untuk mencapai kesepakatan yang menyangkut kepentingan timbal balik dari pihak-pihak dengan sikap, sudut pandang, dan kepentingan-kepentingan yang berbeda satu sama lain. 
Negosiasi, baik yang dilakukan oleh seorang pribadi dengan pribadi lainnya, maupun negosiasi antara kelompok dengan kelompok (atau antar pemerintah), senantiasa melibatkan pihak-pihak yang memiliki latar belakang berbeda dalam hal wawasan, cara berpikir, corak perasaan, sikap dan pola perilaku, serta kepentingan dan nilai-nilai yang dianut.
Pada hakikatnya negosiasi perlu dilihat dari konteks antar budaya dari pihak yang melakukan negosiasi, dalam artian perlu komunikasi lisan, kesedian untuk memahami latar belakng, pola pemi-kiran, dan karakteristik masing-masing, serta kemudian berusaha untuk saling menyesuaikan diri. 
Agar dalam berkomunikasi lebih efektif dan mengena sasaran dalam negosiasi bisnis harus dilaksanakan dengan melalui beberapa tahap yakni :
a.         Fact-finding, mengumpulkan fakta-fakta atau data yang berhubungan dengan kegiatan bisnis lawan sebelum melakukan negosiasi.
b.      Planning/rencana, sebelum bernegosiasi susunlah dalam garis besar pesan yang hendak disampaikan.
c.     Penyampaian, lakukan negosiasi pesan dalam bahasa lawan(si penerima). Usahakan Pilihlah kata-kata yang mencerminkan citra yang spesifik dan nyata.dan juga  hindari timbulnya makna ganda terhadap kata yang disampaikan.
d.    Umpan balik, negosiator harus menguasai bahasa tubuh pihak lawan. Amati isyarat prilaku mereka seperti: angkat bahu, geleng–geleng kepala, mencibir, mengaggguk setuju. Dengarkan baik-baik reaksi lawan bicara.
e.        Evaluasi, perlu untuk menilai apakah tujuan bernegosiasi sudah tercapai.
Meskipun pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik, bukan berarti pula hasil yang diharapkan akan diperoleh sesuai dengan yang direncanakan . Yang sering terjadi justru perbedaan pandangan antara pemberi dan penerima pesan. Sehingga diperlukan pembicaraan lebih lanjut.
Kalau terjadi adu pendapat antara negosiator dengan pihak lawan maka gunakan strategi menang-menang (win-win solution). yang  Artinya ada sebagian keinginan kita yang dikorbankan dengan mengharapkan pihak lawan juga akan mengorbankan hal yang sama, sehingga kesepakatan di antara kedua belah pihak dapat tercapai.




 Kesimpulan
a.Komunikasi adalah upaya yang bertujuan untuk mencari kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman  yang  sama terhadap pesan  yang  saling  dipertukarkan  adalah  tujuan  yang  diinginkan oleh keduanya.
b.Komunikasi  tersebut  adalah  suatu  proses  mengenai  pembentukan, penyampaian,  penerimaan,  dan pengolahan  pesan.  Setiap  pelaku komunikasi  dengan  demikian  akan  melakukan  empat  tindakan yaitu  :  membentuk, menyampaikan, menerima dan mengolah pesan. Ke-empat tindakan tersebut lazimnya terjadi secara berurutan.
c.         Proses komunikasi meliputi :
1)        Pengirim mempunyai suatu idea tau gagasan
2)        Pengirim mengubah ide menjadi gagasan
3)        Pengirim menyampaikan pesan
4)        Penerima menerima pesan
5)        Penerima menafsirkan pesan
6)        Penerima memberikan tanggapan dan mengirim umpan balik
d.         Negosiasi adalah sebuah transaksi dimana kedua belah pihak yang melakukan komunikasi mempunyai hak atas hasil akhir. (oliver).
e.         Tujuan negosiasi adalah antara lain :
1)        Untuk menemukan suatu kesepakatan kedua belah pihak.
2)        Untuk memenuhi harapan/keinginan kedua belah piha
3)        Untuk mendapatkan sebuah keuntungan atau menghidari kerugian, atau memecahkan problem lain




Sumber :

http://fanipersonita.blogspot.co.id/2016/05/komunikasi-lisan-dan-negosiasi_31.html
https://www.satujam.com/pengertian-komunikasi/
http://www.esaunggul.ac.id/article/komunikasi-dalam-negosiasi-bisnis/
http://www.pusatmakalah.com/2015/02/makalah-negosiasi-dalam-komunikasi.html
http://owldlght.blogspot.co.id/2016/06/komunikasi-lisan-dan-negosiasi.html
https://dinarres.wordpress.com/2016/05/18/komunikasi-lisan-dan-negosiasi/
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/komunikasi_bisnis/bab5 komunikasi_dalam_pertemuan_dan_rapat.pdf

0 komentar:

Posting Komentar